Pages

Thursday, 11 December 2014

BPJS Kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan

Jumat 5 Desember kami para staf UNY menerima penyuluhan tentang kinerja dan keselamatan kerja.
Para staf yang belum mendaftarkan diri pada keikutsertaan di BPJS kesehatan dan Ketenagakerjaan diharapkan mengumpulkan berkas-berkasnya paling lambat seminggu kemudian.
Ada beberapa kejadian lucu yang kami hadapi ketika mengisi berkas-berkas tsb.
Ada yang sudah mendaftar, tetapi pada saat itu belum punya anak. Ada yang sehari sebelumnya baru saja melangsungkan pernikahan sehingga belum sempat mengganti kk dan ktp. Ada yang keluarganya nun jauh disana sehingga membutuhkan waktu untuk melengkapi berkas. Ada yang sedang cuti karena wisuda di luar negeri.
Awalnya saya enggan mengajukan BPJS, karena pernah membaca dari suatu catatan seorang dokter yang kurang setuju adanya BPJS dan selain itu saya sudah memiliki asuransi kesehatan. Akan tetapi, setelah saya berkonsultasi dengan agen asuransi saya dan mengingat status pekerjaan suami yang tidak diijinkan untuk menjadi anggota asuransi tsb, maka akhirnya saya ikut program tsb.
Sewaktu pengisian saya agak kaget untuk status pekerjaan saya. Saya pikir saya adalah pekerja swasta, ternyata saya merupakan pegawai pemerintah Non-PNS!

Wednesday, 8 October 2014

SELFIE

Dua minggu yang lalu HP semata wayang saya rusak dan berakhir di bengkel. Kebetulan ada sisa honor ngajar, jadilah HP ecek-ecek saya beli. Gak tanggung-tanggung, dengan harga sepertiga HP yang rusak, HP ecek-ecek ini punya spesifikasi yang melimpah: kamera depan-belakang, layar lebar, dan level OS yang lebih tinggi. Awalnya suami kurang setuju dengan kualitas barang yang kurang bagus, tapi setelah saya insist untuk punya HP baru, meski ecek-ecek, suami mengiyakan.

Punya HP berkamera depan memang menggoda iman berselfie ria. Jarang banget saya foto-foto selfie, tapi akhirnya tergoda juga. Awalnya melihat foto selfie si Aiz yang dikirim buleknya via BBM sewaktu Aiz berlibur dua minggu di rumah Uti dan berakhir dengan eksperimen selfie bareng Aiz.
Asyik juga ternyata bisa kompakan foto sama anak. Baru sadar ternyata Aiz sudah bisa diajak kompakan :-)


Tuesday, 26 August 2014

Kabar Gembira

Pembukaan CPNS 2014 sudah dimulai. Banyak teman yang menanyakan posisiku: daftar atau tidak. Selama ini saya belum pernah mendaftar CPNS. Ada teman yang menyayangkan keputusan saya, ada pula yang mendukung. 
Melihat posisi yang ditawarkan, untuk jurusanku hanya ada di pusat dan di luar pulau Jawa. Untuk Jakarta, jaman dulu masa kecil kecil saya di Jakarta memang menyenangkan, akan tetapi setelah menjadi orang tua, banyak hal yang membuat saya kuatir. Dari bebasnya pergaulan sampai mahalnya biaya hidup. Sedangkan untuk luar pulau Jawa, keluarga tidak mengijinkan karena saat ini suami saya tugas di luar negeri, sedangkan anak masih kecil.

Posisi saya di tempat kerja saat ini masih staf honorer, belum kontrak rektor. Sudah satu tahun lebih belum ada kejelasan kapan pengangkatan, padahal staf baru yang ditempatkan di rektorat langsung diangkat / mendapat SK.
Alhamdulillah, tadi pagi ada teman kantor yang membawa kabar gembira. Akan ada perbincangan antara ketua dan pihak rektorat untuk menentukan nasib saya dan kawan berempat.
Hal tersebut cukup membuat saya tenang dan pada akhirnya sangat mungkin untuk tidak melirik formasi cpns 2014 yang ada.

Monday, 25 August 2014

Kembali Go Blog

Huft, lama saya tidak mengunjungi blog. Ada banyak yang ingin saya tuliskan, dari pengalaman di kantor sampai hidup bertetangga di rumah (yang masih kontrakan), akan tetapi ngambeknya lappy dan hp andro menjadi alasan.

Ada banyak ide untuk mengembangkan kemampuan menulis saya dan mengembangkan blog ini. Beberapa rencana saya adalah saya menulis sesuatu yang penting untuk di-share ke teman-teman bloggers, yang bukan hanya sekedar curhatan atau unek-unek pribadi semata.

Ada banyak jenis blog yang sudah saya telusuri yang berkaitan dengan passion atau minat si penulis. In sha Allah kedepan saya akan menulis resep-resep masakan yang saya sajikan di rumah dan tips-tips belajar bahasa Inggris yang praktis.

Memang sudah banyak blog yang berkaitan dengan masak-memasak dan belajar bahasa Inggris, dan saya yang suka kedua hal tersebut, meski bukan mahir, akan mencoba mengulasnya ke teman-teman.

Tuesday, 25 February 2014

Hikmah 'Mampirnya' Abu Kelud

Jum'at sekitar pukul 2 dini hari Aiz terbangun. Dia batuk-batuk dan mimisan sedikit. Saya heran, biasanya Aiz mimisan karena kecapekan atau demam. Jawabannya baru saya ketahui ketika pukul 4 saya menyadari sedang terjadi hujan abu. Ada kemungkinan abu tersebut terbawa angin masuk kamar dan terhirup Aiz.

Seharian dan dua hari berikutnya saya bersih-bersih. Menyapu dan mengepel sampai beberapa kali dalam sehari. Lumayan untuk olahraga dan sekalian memilah mana barang yang masih dipertahankan (dibersihkan debunya, disimpan) dan barang mana yang waktunya dibuang.

Hikmah lain selain itu adalah saya 'diharuskan' membeli rak piring tertutup, tempat sendok tertutup dan sebuah vacuum cleaner. Peralatan makan jadi lebih tertata dan rapi. Meski si vacuum cleaner tidak begitu berfungsi, saya yakin pasti akan berguna apabila sudah ada roda empat nongkrong di garasi saya (aamien).

Ikut terkena dampak meletusnya gunung Kelud juga bisa membuat hati kita terbuka untuk membantu korban bencana di Kediri sana. Meski cuma sedikit transferan via yayasan pengelola zakat, saya harap dapat sedikit meringankan beban mereka.

Allah Maha Penyanyang. Kejadian hujan abu terjadi Jumat pagi. Kantor meliburkan staffnya pada hari itu, diikuti Sabtu dan Ahad yang memang jadwal libur. Tiga hari berada di rumah bersama anak tercinta, semakin membuatku memahami karakter Aiz.

Jumat sore, seminggu pasca hujan abu, Jogja diguyur hujan (air). Puji syukur saya panjatkan kepada Illahi Robbi. Debu di jalan dan di atap luruh, hanyut terbawa air. Akan tetapi saya kembali harus berolahraga. Sumur saya terbuka dan berada diluar rumah, tepat dibawah aliran air genteng. Abu yang luruh masuk ke sumur dan membuat air keruh. Saya pun 'diharuskan' membeli selang agar bisa 'meminta' air dari tetangga sebelah. Beruntungnya saya, Sabtu dan Ahad kantor (masih) jadwal libur. Yang dulunya saya 'gemar' membuang air, sekarang jadi semakin memhargai pentingnya menghemat air.

Sekarang hari Selasa dan saya masih meminta bantuan air dari tetangga. 


Tuesday, 11 February 2014

Tipe Tetangga

Saya seorang Ibu bekerja. Waktu untuk bercengkaram dengan tetangga sangat terbatas. Kadang kalau tidak begitu lelah sepulang dari kantor, saya menyempatkan diri berkumpul dengan tetangga. Mereka biasa duduk-duduk di depan halaman rumah saya. Kalau memang sedang kelelahan, saya lebih memilih di rumah dan bermain dengan Aiz.

Suatu hari, seorang tetangga dekat yang akrab dengan saya bercerita, Ibu NL yang rumahnya agak jauh dari rumah saya, berkata "Ini rumah kosong pa ya, kok yang punya ga pernah ada". Untungnya tetangga-tetangga dekat rumah memang memaklumi keadaan saya. Saya merasa sangat berhutang jawaban terhadap tetangga saya yang menjawab ibu NL itu "Lha wong Mbak Tati kerja, ya jarang di rumah to Bu.."

Lagi-lagi dengan Bu NL. Entah kenapa itu Ibu perhatian sekali terhadap kehidupan saya, dan kehidupan para tetangganya :-). Suatu sore di hari Jumat, saya mengajak Aiz ke toko sayur. Sepulangnya, saya melewati ibu-ibu rumah tangga yang sedang bercengkrama. Saya senyum, mengangguk dan berkata nderek langkung. Mereka membalas dengan senyum juga, keculai bu NL. Sepintas saya lihat bu NL menatap saya dari kepala sampai ujung kaki, tanpa senyum.

Saya cek dengan beberapa tetangga, terutama yang pinisepuh dan punya banyak informasi. Saya cek apakah saya ada salah tanpa saya ketahui. Misal ada, saya ingin menyelesaikannya dengan baik-baik. Tak dinanya, jawaban para pinisepuh itu sama "Ra sah nguruh wong kae, Mbak. Cen tukang nggosip!". Oalah....
Sikap saya? Ya jauh-jauh saja dari bu NL. She is not worth a second of my time. Tipe seperti dia ini yang nantinya bisa membuat kehidupan kita tidak nyaman. Jauh, jauhi orang seperti dia.

Lain lagi dengan ibu AD. Dia super duper cuek bebek. Sampe dielingke pak RW tentang truk-nya yang mangkrak ngabak-ngabaki dalan pun tidak bergeming. Apalagi tiap lewat bu AD tidak pernah menyapa, bahkan kaca mobil pun tidak pernah dibuka. Mantan bu RT sampai anyel sama sikapnya bu AD. Sampai suatu hari, ban mobil belakang bu AD mblesek masuk gorong-gorong (Itu gorong-gorong harusnya berada di luar pagar, tapi entah gimana dulu bu AD mbangun rumahnya maju satu meter). Beberapa saat para tetangga hanya melihat kejadian tsb. Sementara itu bu AD hanya dibantu seorang simbah yang biasa bantu bersih-bersih di rumahnya dan seorang karyawan rumah sebelah. Setelah agak lama, tetangga akhirnya membantu dengan instruksi dari manatan Bu RT. Sehari setelah kejadian tsb, mantan Bu RT cerita ke saya dan para ibu-ibu muda yang sedang menyuapi anak-anaknya "Yo ngono kuwi, yen seneng-seneng ki iso wae njaluk tulung EO, tapi nek kesusahan, kepaten misale, opo yo njaluk tulung EO? Yo mesti tanggane sing direpoti". Setelah kejadian tsb pun ibu AD belum mendapat pelajaran, tetap cuek seperti sedia kala.

Sikap saya? Untuk tetangga yang bertipe seperti bu AD, kita balik cuek aja sebenarnya. Masih banyak tetangga kita yang baik ke kita, dan kita pun bisa membalas kebaikan mereka. Kalau tipe cuek bebek seperti bu AD ini, memang harus kompakan dicuekin balik.


Friday, 7 February 2014

Moving thing

At first I was mad when the umper chief of the building asked us to move to the 1st floor. We found it weird when he told us about the reason. We complained, but it seemed that it was the last decision: moving.

It took a week (five days, actually) to make the new room neat and comfortable for us. It took three days for us to arrange our desks. It took our energy.

After a week working in our new room, I began to realize that this room was far more comfortable that the old one. Straight in front of the room is mushola, the praying room. next to mushola is the restroom. The parking lot for staffs just outside the room; we can run to save our helmets and raincoats whenever it is rain in no time.

The easy access to the mushola motivates me to have my dhuha praying routine, and I double-up the rakaat too. It makes me do sholat in the early time and it feels really good.

In conclusion, moving to a new room is not as bad as I thought, even it is the good thing i should be grateful of.

Thursday, 16 January 2014

I were in my husband's shoes, for a while

Selasa malam Aiz diajak ayahnya 'mudik' ke rumah mbah uti di pemalang. Sejak siang, Aiz tanya terus kapan travelnya datang dan menjelang malam tiba, ketika waktunya tidur pun Aiz nggak mau tidur. Pukul 22.05 travel Alrin datang. Ayah menata tas dan oleh-oleh di bagasi, sementara itu Aiz memelukku erat dan mencium pipiku sambil bilang "Bunda ampun nangis nggih? Aiz sayang Bunda...". Duh..malah aku semakin mbrambangi...
Pelan-pelan mobil meninggalkanku sendiri...Dari dalam mobil Aiz memandangku dan melambaikan tangannya. Ayah memberi kiss-bye. Malam itu, aku baru bisa memejamkan mata menjelang subuh. Rasa kangen, khawatir Aiz rewel, dan memikirkan perjalanan di malam hari campur aduk menjadi satu.
-------
Ini hari kedua aku di rumah sendiri, tanpa Aiz dan ayah. Benar-benar sepi, aneh. Selama ini Aiz selalu bersamaku. Tidak pernah sehari pun kami berpisah. Aku mulai memahami perasaan ayah, ketika ayah jauh dari kami. Ayah yang terisolir di Ibsa Quinto selama berbulan-bulan, hanya bisa memandang birunya laut disekelilingnya, dan hanay berinteraksi dengan orang-orang itu saja, pasti jauuuuuuuuuh lebih berat dari apa yang aku alami sekarang ini. Ayah tidak pernah mengeluhkan atau membicarakan bagaimana kangennya dia ke kami. Ayah cuma bilang kangen Aiz dan Bunda di tiap telepon di minggu pagi-nya. Ayah, we are proud of you.
------
Dedicated to husband,

Agung Dyas Skorpianto

Friday, 1 November 2013

November's Ray

The first day of November, the sun shines brightly.
Friday says hello to me.
It reminds about the day of giving,
sharing something...

Jumuah Mubarok

#I give something to others not because I have many, but I know how it feels when we have NOTHING

Thursday, 31 October 2013

Tilik Bayi

Jumat tanggal 25 Oktober, aku lan kanca-kanca kantor tilik bayine Zayin, salah siji kanca kantor sak ruang ning umah mertuane, Kemiri, Purworejo. Ayahe sing nyetir APV-ne. Aku lan dek Aiz njegong ning sisihe ayahe. Turut ndalan, sing dadi bahan pembicaraan yo si Olis, sing paling enom tur durung nikah. kebetulan ngliwati omah warisan calon suamine olis lan ngliwati omahe juga. Turut dalan isine mung geguyonan. Tekan nggone, dek Aiz playon. Zayin lan bojone ngematke, trus Virga omong: "Wah, seneng yo nek dek Albi wis gede". Aku ngerungoke yo aku uga ngrasake rasane nduwe bayi. Apa meneh mbiyen ra ketunggon Ayahe. seneng lan sedih dadi siji.

Sak iki dek Aiz wis gede, wis 3,5 tahun. Wis iso dolan dewe. Ora perlu 'tak gendong kemana-mana'. Dek Aiz uga ora cemburu meneh misal ndelok Ayahe lan Ibue lagi yang-yangan.

Kabeh cen perlu proses.

Wednesday, 30 October 2013

Nular

badha magrib aku nyiapke lawuh lan sayuran kanggo maem. aku uga nyiapke krupuk urang soale ayahe paling ora tahan ning maem ga kekancan krupuk. Nembe nggoreng oleh telung iji, musibah teka. minyak panas sak sendok nyiprat ning sikil tengenku. untung wae aku sing biasanane panik langsung nggolek Bioplacenton ning kotak obat. aku ngoleske lumayan akeh mergane cen panas banget. lumayan adem nyep, tapi bar kuwe langsung krasa meneh panas lan senut-senute. karo ayahe, sikilku di kipasi. mergo olehe ngipasi manual lan suwe, ayahe banjur masang kipas angin lan disetting ben pas ning sikilku sing kena minyak. kipas angine banter, tapi aku ngrasa ora kepenak. cen sing manual kuwe sing kepenak. akhire aku nduwe ide, ngombe asam mefenamat sak tablet kanggo ngurangi perihe. ora let suwe, aku ketrunon. jam 9 bengi ayahe nggugah, njaluk dikancani maem. bar maem ora nganggo ngenteni sejam ben segane mudhun, aku wis mapan ning kamar. pas banget udan banter, hawane sejuk penak kanggo turu.
pas adzan subuh, ayahe nggugah ngajak sholat jamaah. rada aras-arasen tangi, tapi akhire aku tangi lan wudhu. pas ngusap sikil, ra kroso lara lan ora mlepuh. Bar sholat, aku beres-beres lan siap-siap ngantor. eh, wis arep menyang, drijine dek Aiz kecepit lawang. Nangise banter. aku ndelok drijine. ana kulit sing nglupas. cepetan aku baluri Betadine trus tak plester tapi ora kenceng-kenceng. turut ndalan mdek Aiz mingseg-mingseg. mesakke tenan.
bar nganter aku, ayahe lan dek Aiz balik ngomah. Njur ayahe ngirim poto lewat WA. Aiz lagi nonton Timmy karo ngulure tangane cedhak kipas angin. duh,...kok nular yo dek..mbengi bunda sing dikipasi, saiki dek Aiz-e.

Tuesday, 29 October 2013

Membaca

Bekerja di suatu institusi pendidikan bukan berarti tidak menemui kelucuan dari orangt-orang terdidik. salah satu contohnya adalah kegiatan membaca. Mahasiswa, dosen, masyarakat umum yang datang untuk sekedar menanyakan info Protefl, mendaftar, atau minta bimbingan, mereka semua sudah bisa membaca. Akan tetapi, mereka kadang lupa bahwa suatu tulisan selain dimaksudkan untuk dibaca, juga untuk dipahami maknanya. Sudah jelas-jelas tertulis di pintu bahwa jam istirahat adalah 12.00 s.d. 13.00, masih saja banyak dari orang-orang terdidik itu yang masuk dan main selonong meski pintu sudah ditutup. Staf diminta untuk memberikan pelayanan prima kepada customers, tetapi staf juga butuh waktu istirahat yang harusnya digunakan untuk makan, beribadah dan santai sejenak. Kan kurang enak dilihat ketika kami masih mengunyah makanan atau sudah berwudhu kami harus menemui tamu.


Entah kami yang kurang tegas, atau tulisan di depan [pintu yang kurang jelas...

Friday, 4 October 2013

Mengajar vs Mendidik

Sebagai seorang staff akademik, selain membuat materi dan tugas administrasi, saya juga mengajarkan ilmu ke para mahasiswa. Mungkin bagi mahasiswa jurusan bahasa Inggris, mempelajari soal-soal TOEFLtm, murapakan hal yang biasa, tetapi akan sangat berbeda ketika mahasiswa yang belajar menganggap bahasa Inggris sebagai hal yang susah dipelajari. Hal itu membuat saya berpikir ulang untuk menemukan trik-trik yang tepat agar mereka tidak bosan. Suatu hari saya melihat seorang dosen senior, bapak Agus Widyantoro, sedang mengajar di sebelah kelas saya. Saya melihat mahasiswa terhipnotis dan benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan. penasaran, ketika kelas usai, saya tanya ke mahasiswa yang diajar dosen senior tsb. Ternyata apa yang dilakukan pak Agus adalah mendidik dan memotivasi mereka. Pak Agus tidak mengajarkan apa yang terdapat pada modul, melainkan memberikan tips dan trik belajara yang baik, tidak hanya untuk mempelajari bahasa Inggris, melainkan belajar hal baru juga. Kadang, sebagai seorang pengajar, kita lupa bahwa kita juga seorang pendidik.

Sunday, 29 September 2013

Weekends

Ada seorang teman yang mengeluhkan tentang pekerjaannya. Dia mengeluh tentang banyaknya kerjaan, tidak transparannya honor sampai tidak adanya hari libur.
Saya cuma manggut-manggut mendengarkan. Kemudian saya teringat beberapa tahun silam...ketika tidak ada pekerjaan dan sangat banyak hari libur. Pada saat itu saya sangat mengharapkan adanya pekerjaan karena kebutuhan hidup tidaklah libur dengan menganggurnya kita. Apalagi bila bukan hanya diri kita saja yang kita tanggung kebutuhan hidupnya. Dari situ, saya sangat mensyukuri adanya banyak kerjaan dan adanya kerja di hari libur.
Istirahat dan libur merupakan salah satu kebutuhan. Pun saya juga ingin merasakan liburan beberapa hari ke suatu daerah baru. Kita bisa menyiasatinya dengan cara mengubah pola pikir kita. Kalau weekends tidak bisa libur..ya jalan-jalannya malam hari weekdays...kalau ingin pergi ke suatu tempat ya kita siasati pada saat libur nasional. Akan ada banyak cara menikmati hidup sekaligus menikmati kerjaan kita.

Thursday, 29 August 2013

Imbalance

Seorang teman berkata bahwa rumah tangga yang baik adalah suami istri yang tinggal satu atap. Rezeki tidak harus dicari di luar negeri, di Indonesia juga ada. Istri juga sebaiknya menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Tidak usahlah bekerja di luar rumah, karena akan timbul fitnah.
Entah kenapa,bagiku itu seperti melihat uang dari satu sisi. Temanku itu bisa berkata seperti itu karena kondisinya memungkinkan: orangtua kaya, suami punya banyak koneksi orang atas, adiknya sudah mapan dan tidak ada yang sekolah, dan hal-hal lain yang tidak masuk dalam kondisiku.

Setiap orang mempunyai keadaan yang berbeda, dengan beban yang berbeda pula.
Satu atap: langit. Saya dan suami saling mengerti bahwa kami lebih nyaman mempunyai kehidupan seperti ini. Lama tidak bertemu untuk kemudian suami punya cuti yang agak lama. Pepatah yang bilang bahwa absence makes the heart grow fonder sangat sesuai dengan kondisi kami. Karena bagaimanapun, akan ada suatu titik dimana kebosanan dan kejenuhan datang. Dengan berjauhan akan mengurangi pertengkaran (rumah tangga) dan dengan pertemuan setelah lama tak jumpa akan memberikan kerinduan yang sangat. Memang akan ada masa istri membutuhkan kehadiran suami, atau sebaliknya.

Rezeki: yang jelas harus dicari. Rasullullah saja menyarankan berhijrah apabila suatu keadaan tidak sesuai dengan kita. Memang ada banyak lapangan pekerjaan, akan tetapi lebih banyak lagi pengangguran. Misal di Indonesia susah mendapatkan pekerjaan, dan di luar negeri suami sayalebih dihargai, then why not?

Ibu rumah tangga: bergosip ria. Hal yang paling tidak aku suka selama dua tahun menjadi ibu rumah tangga adalah kesan yang melekat dengan bergosip. Selama masa menyusui Aiz, suami melarang saya bekerja. Saya menikmati masa-masa breast-feeding, tetapi asli, saya bosan dengan kehidupan ibu rumah tangga yang begitu-begitu saja, dengan banyaknya cerita-cerita yang cenderung negatif: mbak, si anu sama si una habis bertengkar, suaminya si x ternyata kerjanya y lho, dsb. Kepala ikut pusing mendengar cerita-cerita yang disampaikan dengan sengaja oleh tetangga. Menjadi wanita bekerja bukan berarti melupakan kewajiban utama sebagai ibu. Toh setelah saya kerja, Aiz tetap dapat pengasuhan yang baik dari keluarga Pak Pri, Bu Warni dan mbak Sekar yang menganggap Aiz adalah bagian keluarga mereka. Selain itu, saya masih ingin bisa membantu adik saya untuk tetap sekolah. Apabila saya 'ora obah', kasihan adik saya dan keluarga saya. Ada banyak hal yang membuat saya mengambil keputusan untuk bekerja di luar rumah, tanpa mengesampingkan tugas utama saya sebagai bunda untuk Aiz.

#Be Nice! You don't know what someone has been through.

Wednesday, 28 August 2013

Hobi Ayiz



In this modern era where social media becomes a way for people to be narcissists, photos or pictures can be avoided by them. I myself admit that somehow I am a narcissist :-p

Well, the idiom a chip off the old block does not work well with my son, Ayiz. He does not like when I ask him to pose for some pictures but he likes so much to take pictures. 

He knows how to operate a digital camera just from observes me when I operate it. Once he used the 3 MP andro to take pictures. After knowing the result, he did not touch it again. 

The objects are his friends, his surrounding,

his toys,



his possession,

or even strangers.

Monday, 19 August 2013

Kangen Anak-Anak

Ahad 18 Agustus 2013 saya diundang Syawalan di sekolah tempat saya pernah menimba pengalaman mengajar yang luar biasa.
Berada disini selama empat jam menimbulkan rasa kangen saya sama anak-anak. Teringat bagaimana cerianya mereka ketika berlomba menjawab pertanyaan yang saya ajukan...teringat semangat mereka ketika diminta menyanyi English songs, dan terutama teringat cerianya mereka ketika jam istirahat tiba.

Dalam satu semester sekolah mempunyai program outing. Beberapa tempat yang sesuai dengan tema pembelajaran yang disesuaikan dengan level (kelas) dikunjungi siswa dengan didampingi oleh para guru.

Belajar di luar kelas sungguh sangat menyenangkan. Anak-anak bisa mengetes sejauh mana mereka bisa mengaplikasikan ilmu di alam bebas.
ilmu gravitasi

ilmu out of the box, eh barisan

Tidak hanya siswa yang ikut merasakan kesenangan, para guru pun begitu. Selain dapat uang senang, eh uang lelah, para guru juga bisa ikut berwisata gratis. Dari foto kalem sampe foto narsis pun dilakoni oleh para guru.
kejuuuu
ups

#another memory

Tuesday, 13 August 2013

Blood is tighter than water?

I did not check first about the title of this post, whether it is correct or wrong idiom.
I have watched a movie entitled "Four Brother". It tells us about the relationship among four men, 2 whites and 2 blacks, in a family.
This 'lebaran' taught me a lot, especially about what a family was.
My cousin told me that my granny from my mother said that i was different, that i had been changed after i had a good job.
Well, yess, i have been changed...my eyes and my heart finally know the truth about my granny.
She always talks bad about people around her. Even she complaints about a toddler, her cicit, qho does not know yet about the rule of good talking.
What makes me feel sad is when she talks about my older cousin.
Before she married, my granny always forced her to get married soon. After getting married, she was forced to pregnant. Even my granny calls my older cousin as 'gabuk'. A very mean word which came out of an old person.
The first time i heard about my granny's saying, i felt so sad. Not because what she said, but because i rememberred about what my husband's saying (amanat): nek bali pemalang, rasah nginep neng omah bapak, rasah ngrungokke omongan keluargamu.
It is like my husband could guess what actually happen in my family. Their true colour...
#Ayah, forgive me :-(

It is so different when i am with my husband's family. They talk about positivity and have jokes. It grows close relationship among us. My husband's big family comes from different background of jobs, from sellers up to bosses, but all of them are succesfull.
The athmosphere is always positive.

#Thanks God..You give a good husband and a better family.

Wednesday, 7 August 2013

Bisa go blog lagi

Sejak mudik ada banyak cerita, unek-unek dari yang enek-enek sampe yang enak-enak yang ingin saya tulis. Apalah daya, koneksi wi-fi kantor tak sampe pemalang.
Selama ini saya ngeblog pake letop yg terkoneksi dengan jaringan kantor.
Mati kutu rasanya tak bisa ber go blog ria lewat hape.
Buka blog lewat mbah google cuma nemu blognya..ga bisa buat posting.

Bingung mau gimana..
Ketemulah sama kang eko rawins...
Diberi ilmu baru dan tutorial gratis.
Akhirnya bisa go blog lagi.

#serahkan sesuatu pada ahlinya.
Maturnuwun kang eko

Thursday, 1 August 2013

Sawang Sinawang

Wong urip neng ndunyo iku yo sawang sinawang.
Ndelok opo sing ketok neng njobo, ora ngerti asline kaya apa.
Mbiyen aku kerjo neng SD sing judule nganggo kata internasional. Tangga-tangga sing ngerti pada gumun 'wow'.
Mergo kerjo dadi guru, wayahe murid dho libur aku yo melu libur. Bali Pemalang ben libur semesteran.
#puasss

Lha wingi kae aku mung sedino neng umah. Kanggo tombo kangen anakku karo uti kakunge. Tanggaku takon: "Mbak, kok jarang mulih?".tak jawab "Wis pindah saka SD, Mbak." Tanggaku kuwi iseh penasaran, njuk takon: "Neng endi?"

Bar aku njawab, tanggaku kuwi langsungan takon "duite luwih akeh no Mbak?"
Welah, asal statuse ana kata 'negeri' ne langsung dicap PNS.
#aamien
Tak jawab nek aku iki durung PNS, Mbak-e mau ora percaya.
Aku jlentrehke bab gaweanku. Mbak-e manthuk-manthuk..mbuh artine percaya apa mung nggaya.

#Aku ki durung PNS.
Ra katut tes CPNS tahun iki yo ra pathek masalah sih.
Sing penting gajiku saiki pada bae karo PNS
#sip