Pages

Showing posts with label kerja. Show all posts
Showing posts with label kerja. Show all posts

Tuesday, 26 August 2014

Kabar Gembira

Pembukaan CPNS 2014 sudah dimulai. Banyak teman yang menanyakan posisiku: daftar atau tidak. Selama ini saya belum pernah mendaftar CPNS. Ada teman yang menyayangkan keputusan saya, ada pula yang mendukung. 
Melihat posisi yang ditawarkan, untuk jurusanku hanya ada di pusat dan di luar pulau Jawa. Untuk Jakarta, jaman dulu masa kecil kecil saya di Jakarta memang menyenangkan, akan tetapi setelah menjadi orang tua, banyak hal yang membuat saya kuatir. Dari bebasnya pergaulan sampai mahalnya biaya hidup. Sedangkan untuk luar pulau Jawa, keluarga tidak mengijinkan karena saat ini suami saya tugas di luar negeri, sedangkan anak masih kecil.

Posisi saya di tempat kerja saat ini masih staf honorer, belum kontrak rektor. Sudah satu tahun lebih belum ada kejelasan kapan pengangkatan, padahal staf baru yang ditempatkan di rektorat langsung diangkat / mendapat SK.
Alhamdulillah, tadi pagi ada teman kantor yang membawa kabar gembira. Akan ada perbincangan antara ketua dan pihak rektorat untuk menentukan nasib saya dan kawan berempat.
Hal tersebut cukup membuat saya tenang dan pada akhirnya sangat mungkin untuk tidak melirik formasi cpns 2014 yang ada.

Friday, 4 October 2013

Mengajar vs Mendidik

Sebagai seorang staff akademik, selain membuat materi dan tugas administrasi, saya juga mengajarkan ilmu ke para mahasiswa. Mungkin bagi mahasiswa jurusan bahasa Inggris, mempelajari soal-soal TOEFLtm, murapakan hal yang biasa, tetapi akan sangat berbeda ketika mahasiswa yang belajar menganggap bahasa Inggris sebagai hal yang susah dipelajari. Hal itu membuat saya berpikir ulang untuk menemukan trik-trik yang tepat agar mereka tidak bosan. Suatu hari saya melihat seorang dosen senior, bapak Agus Widyantoro, sedang mengajar di sebelah kelas saya. Saya melihat mahasiswa terhipnotis dan benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan. penasaran, ketika kelas usai, saya tanya ke mahasiswa yang diajar dosen senior tsb. Ternyata apa yang dilakukan pak Agus adalah mendidik dan memotivasi mereka. Pak Agus tidak mengajarkan apa yang terdapat pada modul, melainkan memberikan tips dan trik belajara yang baik, tidak hanya untuk mempelajari bahasa Inggris, melainkan belajar hal baru juga. Kadang, sebagai seorang pengajar, kita lupa bahwa kita juga seorang pendidik.

Sunday, 29 September 2013

Weekends

Ada seorang teman yang mengeluhkan tentang pekerjaannya. Dia mengeluh tentang banyaknya kerjaan, tidak transparannya honor sampai tidak adanya hari libur.
Saya cuma manggut-manggut mendengarkan. Kemudian saya teringat beberapa tahun silam...ketika tidak ada pekerjaan dan sangat banyak hari libur. Pada saat itu saya sangat mengharapkan adanya pekerjaan karena kebutuhan hidup tidaklah libur dengan menganggurnya kita. Apalagi bila bukan hanya diri kita saja yang kita tanggung kebutuhan hidupnya. Dari situ, saya sangat mensyukuri adanya banyak kerjaan dan adanya kerja di hari libur.
Istirahat dan libur merupakan salah satu kebutuhan. Pun saya juga ingin merasakan liburan beberapa hari ke suatu daerah baru. Kita bisa menyiasatinya dengan cara mengubah pola pikir kita. Kalau weekends tidak bisa libur..ya jalan-jalannya malam hari weekdays...kalau ingin pergi ke suatu tempat ya kita siasati pada saat libur nasional. Akan ada banyak cara menikmati hidup sekaligus menikmati kerjaan kita.

Thursday, 29 August 2013

Imbalance

Seorang teman berkata bahwa rumah tangga yang baik adalah suami istri yang tinggal satu atap. Rezeki tidak harus dicari di luar negeri, di Indonesia juga ada. Istri juga sebaiknya menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Tidak usahlah bekerja di luar rumah, karena akan timbul fitnah.
Entah kenapa,bagiku itu seperti melihat uang dari satu sisi. Temanku itu bisa berkata seperti itu karena kondisinya memungkinkan: orangtua kaya, suami punya banyak koneksi orang atas, adiknya sudah mapan dan tidak ada yang sekolah, dan hal-hal lain yang tidak masuk dalam kondisiku.

Setiap orang mempunyai keadaan yang berbeda, dengan beban yang berbeda pula.
Satu atap: langit. Saya dan suami saling mengerti bahwa kami lebih nyaman mempunyai kehidupan seperti ini. Lama tidak bertemu untuk kemudian suami punya cuti yang agak lama. Pepatah yang bilang bahwa absence makes the heart grow fonder sangat sesuai dengan kondisi kami. Karena bagaimanapun, akan ada suatu titik dimana kebosanan dan kejenuhan datang. Dengan berjauhan akan mengurangi pertengkaran (rumah tangga) dan dengan pertemuan setelah lama tak jumpa akan memberikan kerinduan yang sangat. Memang akan ada masa istri membutuhkan kehadiran suami, atau sebaliknya.

Rezeki: yang jelas harus dicari. Rasullullah saja menyarankan berhijrah apabila suatu keadaan tidak sesuai dengan kita. Memang ada banyak lapangan pekerjaan, akan tetapi lebih banyak lagi pengangguran. Misal di Indonesia susah mendapatkan pekerjaan, dan di luar negeri suami sayalebih dihargai, then why not?

Ibu rumah tangga: bergosip ria. Hal yang paling tidak aku suka selama dua tahun menjadi ibu rumah tangga adalah kesan yang melekat dengan bergosip. Selama masa menyusui Aiz, suami melarang saya bekerja. Saya menikmati masa-masa breast-feeding, tetapi asli, saya bosan dengan kehidupan ibu rumah tangga yang begitu-begitu saja, dengan banyaknya cerita-cerita yang cenderung negatif: mbak, si anu sama si una habis bertengkar, suaminya si x ternyata kerjanya y lho, dsb. Kepala ikut pusing mendengar cerita-cerita yang disampaikan dengan sengaja oleh tetangga. Menjadi wanita bekerja bukan berarti melupakan kewajiban utama sebagai ibu. Toh setelah saya kerja, Aiz tetap dapat pengasuhan yang baik dari keluarga Pak Pri, Bu Warni dan mbak Sekar yang menganggap Aiz adalah bagian keluarga mereka. Selain itu, saya masih ingin bisa membantu adik saya untuk tetap sekolah. Apabila saya 'ora obah', kasihan adik saya dan keluarga saya. Ada banyak hal yang membuat saya mengambil keputusan untuk bekerja di luar rumah, tanpa mengesampingkan tugas utama saya sebagai bunda untuk Aiz.

#Be Nice! You don't know what someone has been through.

Monday, 19 August 2013

Kangen Anak-Anak

Ahad 18 Agustus 2013 saya diundang Syawalan di sekolah tempat saya pernah menimba pengalaman mengajar yang luar biasa.
Berada disini selama empat jam menimbulkan rasa kangen saya sama anak-anak. Teringat bagaimana cerianya mereka ketika berlomba menjawab pertanyaan yang saya ajukan...teringat semangat mereka ketika diminta menyanyi English songs, dan terutama teringat cerianya mereka ketika jam istirahat tiba.

Dalam satu semester sekolah mempunyai program outing. Beberapa tempat yang sesuai dengan tema pembelajaran yang disesuaikan dengan level (kelas) dikunjungi siswa dengan didampingi oleh para guru.

Belajar di luar kelas sungguh sangat menyenangkan. Anak-anak bisa mengetes sejauh mana mereka bisa mengaplikasikan ilmu di alam bebas.
ilmu gravitasi

ilmu out of the box, eh barisan

Tidak hanya siswa yang ikut merasakan kesenangan, para guru pun begitu. Selain dapat uang senang, eh uang lelah, para guru juga bisa ikut berwisata gratis. Dari foto kalem sampe foto narsis pun dilakoni oleh para guru.
kejuuuu
ups

#another memory

Tuesday, 21 May 2013

nama lantai gedung

dari gawean bikin-bikin materi, beralih ke bagian kesekretariatan, memberi banyak pengalaman...tidak hanya  peserta tes dari universitas lain, bahkan mahasiswa intern UNY pun salah gedung.
memang pusat bahasa sudah beberapa kali pindah tempat. dari fbs timur ke fbs barat.

sampai ke gedung yang terbaru yang terkenal dengan nama gedung orange.
beberapa waktu lalu, ada seorang peserta tes yang menanyakan tempat didakannya tes.
Peserta: "Bu, tempat tes nya dimana?"
saya: "Di ruang 215, mas. dari sini belok kanan, sebelum tangga keluar"
Peserta: "Lantai berapa ya Bu?"
Saya: "lantai sini juga mas. lantai dua."

Ingin saya menjelaskan kepada mahasiswa tersebut tentang penamaan lantai di suatu bangunan bertingkat. ruangan yang berada disuatu lantai, dinamai sesuai lantai tersebut kemudian nomor urut ruangnya. misalnya ruang 215, maka ruang tersebut berada di lantai 2, urutan ke 15. setahu saya begitu..entah kalo ada penamaan lain...

lembur dan efeknya

Selama dua minggu ini saya dan teman-teman full masuk kerja. weekdays untuk kerjaan kantor, weekends untuk kerjaan follow-up dari salah satu kegiatan kantor. Tidak hanya masuk selama dua minggu berturut-turut, tetapi juga berangkat subuh pulang magrib. Senin, 20 May 2013 temen-temen di kantor sudah tidak berbentuk lagi...Muka kucel, bolak-balik nguap, tepuk-tepuk perut tanda kembung karena masuk angin, ada juga yang sudah bersin-bersin dan ngeluarin obat sak gudang. katanya berobat ke dokter malem-malem. saya sendiri tidak sampai separah itu. masih bisa "terjaga" di kantor. baru saya rasakan dampaknya justru saat perjalanan pulang. otak susah diajak konsentrasi, nggak fokus mau nabrak ataupun di tabrak. saya bersyukur karena karena tidak sampai mengklaim asuransi karena kecelakaan. bisa berape kalo ribet di asuransi. tidak cuma mau nabrak, saya juga mengalami hal yang paling memalukan: kehabisan bensin ditengah jalan. awalnya berpikir bahwa pengaruh hujan lebat yang mengguyur mayo soul saya ketika di parkiran kantor. jalannya patah-patah. lama-lama semakin tidak nyaman. saya turun dan melihat ke sekeliling motor. apa ada bagian yang rusak. kabel putus ataupun ada bagian yang terendam. kembali duduk diatas jok dan mencoba apa motor bisa diajak kerjasama lagi, baru tersadara ternyata level petunjuk berada pada posisi paling mentok kiri. hufff...bensin habis...
jadilah sore-sore keringetan, nuntun motor ke pom bensin dalam keadaan jalan menanjak. mantabs
.