Tuesday, 26 August 2014
Kabar Gembira
Melihat posisi yang ditawarkan, untuk jurusanku hanya ada di pusat dan di luar pulau Jawa. Untuk Jakarta, jaman dulu masa kecil kecil saya di Jakarta memang menyenangkan, akan tetapi setelah menjadi orang tua, banyak hal yang membuat saya kuatir. Dari bebasnya pergaulan sampai mahalnya biaya hidup. Sedangkan untuk luar pulau Jawa, keluarga tidak mengijinkan karena saat ini suami saya tugas di luar negeri, sedangkan anak masih kecil.
Posisi saya di tempat kerja saat ini masih staf honorer, belum kontrak rektor. Sudah satu tahun lebih belum ada kejelasan kapan pengangkatan, padahal staf baru yang ditempatkan di rektorat langsung diangkat / mendapat SK.
Alhamdulillah, tadi pagi ada teman kantor yang membawa kabar gembira. Akan ada perbincangan antara ketua dan pihak rektorat untuk menentukan nasib saya dan kawan berempat.
Hal tersebut cukup membuat saya tenang dan pada akhirnya sangat mungkin untuk tidak melirik formasi cpns 2014 yang ada.
Friday, 4 October 2013
Mengajar vs Mendidik
Sunday, 29 September 2013
Weekends
Ada seorang teman yang mengeluhkan tentang pekerjaannya. Dia mengeluh tentang banyaknya kerjaan, tidak transparannya honor sampai tidak adanya hari libur.
Saya cuma manggut-manggut mendengarkan. Kemudian saya teringat beberapa tahun silam...ketika tidak ada pekerjaan dan sangat banyak hari libur. Pada saat itu saya sangat mengharapkan adanya pekerjaan karena kebutuhan hidup tidaklah libur dengan menganggurnya kita. Apalagi bila bukan hanya diri kita saja yang kita tanggung kebutuhan hidupnya. Dari situ, saya sangat mensyukuri adanya banyak kerjaan dan adanya kerja di hari libur.
Istirahat dan libur merupakan salah satu kebutuhan. Pun saya juga ingin merasakan liburan beberapa hari ke suatu daerah baru. Kita bisa menyiasatinya dengan cara mengubah pola pikir kita. Kalau weekends tidak bisa libur..ya jalan-jalannya malam hari weekdays...kalau ingin pergi ke suatu tempat ya kita siasati pada saat libur nasional. Akan ada banyak cara menikmati hidup sekaligus menikmati kerjaan kita.
Thursday, 29 August 2013
Imbalance
Entah kenapa,bagiku itu seperti melihat uang dari satu sisi. Temanku itu bisa berkata seperti itu karena kondisinya memungkinkan: orangtua kaya, suami punya banyak koneksi orang atas, adiknya sudah mapan dan tidak ada yang sekolah, dan hal-hal lain yang tidak masuk dalam kondisiku.
Setiap orang mempunyai keadaan yang berbeda, dengan beban yang berbeda pula.
Satu atap: langit. Saya dan suami saling mengerti bahwa kami lebih nyaman mempunyai kehidupan seperti ini. Lama tidak bertemu untuk kemudian suami punya cuti yang agak lama. Pepatah yang bilang bahwa absence makes the heart grow fonder sangat sesuai dengan kondisi kami. Karena bagaimanapun, akan ada suatu titik dimana kebosanan dan kejenuhan datang. Dengan berjauhan akan mengurangi pertengkaran (rumah tangga) dan dengan pertemuan setelah lama tak jumpa akan memberikan kerinduan yang sangat. Memang akan ada masa istri membutuhkan kehadiran suami, atau sebaliknya.
Rezeki: yang jelas harus dicari. Rasullullah saja menyarankan berhijrah apabila suatu keadaan tidak sesuai dengan kita. Memang ada banyak lapangan pekerjaan, akan tetapi lebih banyak lagi pengangguran. Misal di Indonesia susah mendapatkan pekerjaan, dan di luar negeri suami sayalebih dihargai, then why not?
Ibu rumah tangga: bergosip ria. Hal yang paling tidak aku suka selama dua tahun menjadi ibu rumah tangga adalah kesan yang melekat dengan bergosip. Selama masa menyusui Aiz, suami melarang saya bekerja. Saya menikmati masa-masa breast-feeding, tetapi asli, saya bosan dengan kehidupan ibu rumah tangga yang begitu-begitu saja, dengan banyaknya cerita-cerita yang cenderung negatif: mbak, si anu sama si una habis bertengkar, suaminya si x ternyata kerjanya y lho, dsb. Kepala ikut pusing mendengar cerita-cerita yang disampaikan dengan sengaja oleh tetangga. Menjadi wanita bekerja bukan berarti melupakan kewajiban utama sebagai ibu. Toh setelah saya kerja, Aiz tetap dapat pengasuhan yang baik dari keluarga Pak Pri, Bu Warni dan mbak Sekar yang menganggap Aiz adalah bagian keluarga mereka. Selain itu, saya masih ingin bisa membantu adik saya untuk tetap sekolah. Apabila saya 'ora obah', kasihan adik saya dan keluarga saya. Ada banyak hal yang membuat saya mengambil keputusan untuk bekerja di luar rumah, tanpa mengesampingkan tugas utama saya sebagai bunda untuk Aiz.
#Be Nice! You don't know what someone has been through.
Monday, 19 August 2013
Kangen Anak-Anak
Berada disini selama empat jam menimbulkan rasa kangen saya sama anak-anak. Teringat bagaimana cerianya mereka ketika berlomba menjawab pertanyaan yang saya ajukan...teringat semangat mereka ketika diminta menyanyi English songs, dan terutama teringat cerianya mereka ketika jam istirahat tiba.
Dalam satu semester sekolah mempunyai program outing. Beberapa tempat yang sesuai dengan tema pembelajaran yang disesuaikan dengan level (kelas) dikunjungi siswa dengan didampingi oleh para guru.
Belajar di luar kelas sungguh sangat menyenangkan. Anak-anak bisa mengetes sejauh mana mereka bisa mengaplikasikan ilmu di alam bebas.