Pages

Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Wednesday, 8 October 2014

SELFIE

Dua minggu yang lalu HP semata wayang saya rusak dan berakhir di bengkel. Kebetulan ada sisa honor ngajar, jadilah HP ecek-ecek saya beli. Gak tanggung-tanggung, dengan harga sepertiga HP yang rusak, HP ecek-ecek ini punya spesifikasi yang melimpah: kamera depan-belakang, layar lebar, dan level OS yang lebih tinggi. Awalnya suami kurang setuju dengan kualitas barang yang kurang bagus, tapi setelah saya insist untuk punya HP baru, meski ecek-ecek, suami mengiyakan.

Punya HP berkamera depan memang menggoda iman berselfie ria. Jarang banget saya foto-foto selfie, tapi akhirnya tergoda juga. Awalnya melihat foto selfie si Aiz yang dikirim buleknya via BBM sewaktu Aiz berlibur dua minggu di rumah Uti dan berakhir dengan eksperimen selfie bareng Aiz.
Asyik juga ternyata bisa kompakan foto sama anak. Baru sadar ternyata Aiz sudah bisa diajak kompakan :-)


Thursday, 31 October 2013

Tilik Bayi

Jumat tanggal 25 Oktober, aku lan kanca-kanca kantor tilik bayine Zayin, salah siji kanca kantor sak ruang ning umah mertuane, Kemiri, Purworejo. Ayahe sing nyetir APV-ne. Aku lan dek Aiz njegong ning sisihe ayahe. Turut ndalan, sing dadi bahan pembicaraan yo si Olis, sing paling enom tur durung nikah. kebetulan ngliwati omah warisan calon suamine olis lan ngliwati omahe juga. Turut dalan isine mung geguyonan. Tekan nggone, dek Aiz playon. Zayin lan bojone ngematke, trus Virga omong: "Wah, seneng yo nek dek Albi wis gede". Aku ngerungoke yo aku uga ngrasake rasane nduwe bayi. Apa meneh mbiyen ra ketunggon Ayahe. seneng lan sedih dadi siji.

Sak iki dek Aiz wis gede, wis 3,5 tahun. Wis iso dolan dewe. Ora perlu 'tak gendong kemana-mana'. Dek Aiz uga ora cemburu meneh misal ndelok Ayahe lan Ibue lagi yang-yangan.

Kabeh cen perlu proses.

Sunday, 29 September 2013

Weekends

Ada seorang teman yang mengeluhkan tentang pekerjaannya. Dia mengeluh tentang banyaknya kerjaan, tidak transparannya honor sampai tidak adanya hari libur.
Saya cuma manggut-manggut mendengarkan. Kemudian saya teringat beberapa tahun silam...ketika tidak ada pekerjaan dan sangat banyak hari libur. Pada saat itu saya sangat mengharapkan adanya pekerjaan karena kebutuhan hidup tidaklah libur dengan menganggurnya kita. Apalagi bila bukan hanya diri kita saja yang kita tanggung kebutuhan hidupnya. Dari situ, saya sangat mensyukuri adanya banyak kerjaan dan adanya kerja di hari libur.
Istirahat dan libur merupakan salah satu kebutuhan. Pun saya juga ingin merasakan liburan beberapa hari ke suatu daerah baru. Kita bisa menyiasatinya dengan cara mengubah pola pikir kita. Kalau weekends tidak bisa libur..ya jalan-jalannya malam hari weekdays...kalau ingin pergi ke suatu tempat ya kita siasati pada saat libur nasional. Akan ada banyak cara menikmati hidup sekaligus menikmati kerjaan kita.

Thursday, 29 August 2013

Imbalance

Seorang teman berkata bahwa rumah tangga yang baik adalah suami istri yang tinggal satu atap. Rezeki tidak harus dicari di luar negeri, di Indonesia juga ada. Istri juga sebaiknya menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Tidak usahlah bekerja di luar rumah, karena akan timbul fitnah.
Entah kenapa,bagiku itu seperti melihat uang dari satu sisi. Temanku itu bisa berkata seperti itu karena kondisinya memungkinkan: orangtua kaya, suami punya banyak koneksi orang atas, adiknya sudah mapan dan tidak ada yang sekolah, dan hal-hal lain yang tidak masuk dalam kondisiku.

Setiap orang mempunyai keadaan yang berbeda, dengan beban yang berbeda pula.
Satu atap: langit. Saya dan suami saling mengerti bahwa kami lebih nyaman mempunyai kehidupan seperti ini. Lama tidak bertemu untuk kemudian suami punya cuti yang agak lama. Pepatah yang bilang bahwa absence makes the heart grow fonder sangat sesuai dengan kondisi kami. Karena bagaimanapun, akan ada suatu titik dimana kebosanan dan kejenuhan datang. Dengan berjauhan akan mengurangi pertengkaran (rumah tangga) dan dengan pertemuan setelah lama tak jumpa akan memberikan kerinduan yang sangat. Memang akan ada masa istri membutuhkan kehadiran suami, atau sebaliknya.

Rezeki: yang jelas harus dicari. Rasullullah saja menyarankan berhijrah apabila suatu keadaan tidak sesuai dengan kita. Memang ada banyak lapangan pekerjaan, akan tetapi lebih banyak lagi pengangguran. Misal di Indonesia susah mendapatkan pekerjaan, dan di luar negeri suami sayalebih dihargai, then why not?

Ibu rumah tangga: bergosip ria. Hal yang paling tidak aku suka selama dua tahun menjadi ibu rumah tangga adalah kesan yang melekat dengan bergosip. Selama masa menyusui Aiz, suami melarang saya bekerja. Saya menikmati masa-masa breast-feeding, tetapi asli, saya bosan dengan kehidupan ibu rumah tangga yang begitu-begitu saja, dengan banyaknya cerita-cerita yang cenderung negatif: mbak, si anu sama si una habis bertengkar, suaminya si x ternyata kerjanya y lho, dsb. Kepala ikut pusing mendengar cerita-cerita yang disampaikan dengan sengaja oleh tetangga. Menjadi wanita bekerja bukan berarti melupakan kewajiban utama sebagai ibu. Toh setelah saya kerja, Aiz tetap dapat pengasuhan yang baik dari keluarga Pak Pri, Bu Warni dan mbak Sekar yang menganggap Aiz adalah bagian keluarga mereka. Selain itu, saya masih ingin bisa membantu adik saya untuk tetap sekolah. Apabila saya 'ora obah', kasihan adik saya dan keluarga saya. Ada banyak hal yang membuat saya mengambil keputusan untuk bekerja di luar rumah, tanpa mengesampingkan tugas utama saya sebagai bunda untuk Aiz.

#Be Nice! You don't know what someone has been through.

Monday, 20 May 2013

Wulanne nderek

This month I have to come home late everyday. There are many activities in the office that should be done quickly. On Saturday May 18, 2013 I came home around 6 pm. I picked Ayis up from his babbysitter's house. On the way to our house, Ayis enjoyed the colour of the sky. He then noticed that the moon was so bright and it followed him. He said: Bunda, wulanne nderek Ayis nggih? Wulanne gadahe ayis. Sanes gadahe mas Adha (one of his friends).
I was speechless. I could not find a word to explain it in the simplest way. There I was..just replied: Nggih, wulanne gadahe Ayis. .