Pages

Thursday, 16 January 2014

I were in my husband's shoes, for a while

Selasa malam Aiz diajak ayahnya 'mudik' ke rumah mbah uti di pemalang. Sejak siang, Aiz tanya terus kapan travelnya datang dan menjelang malam tiba, ketika waktunya tidur pun Aiz nggak mau tidur. Pukul 22.05 travel Alrin datang. Ayah menata tas dan oleh-oleh di bagasi, sementara itu Aiz memelukku erat dan mencium pipiku sambil bilang "Bunda ampun nangis nggih? Aiz sayang Bunda...". Duh..malah aku semakin mbrambangi...
Pelan-pelan mobil meninggalkanku sendiri...Dari dalam mobil Aiz memandangku dan melambaikan tangannya. Ayah memberi kiss-bye. Malam itu, aku baru bisa memejamkan mata menjelang subuh. Rasa kangen, khawatir Aiz rewel, dan memikirkan perjalanan di malam hari campur aduk menjadi satu.
-------
Ini hari kedua aku di rumah sendiri, tanpa Aiz dan ayah. Benar-benar sepi, aneh. Selama ini Aiz selalu bersamaku. Tidak pernah sehari pun kami berpisah. Aku mulai memahami perasaan ayah, ketika ayah jauh dari kami. Ayah yang terisolir di Ibsa Quinto selama berbulan-bulan, hanya bisa memandang birunya laut disekelilingnya, dan hanay berinteraksi dengan orang-orang itu saja, pasti jauuuuuuuuuh lebih berat dari apa yang aku alami sekarang ini. Ayah tidak pernah mengeluhkan atau membicarakan bagaimana kangennya dia ke kami. Ayah cuma bilang kangen Aiz dan Bunda di tiap telepon di minggu pagi-nya. Ayah, we are proud of you.
------
Dedicated to husband,

Agung Dyas Skorpianto

Friday, 1 November 2013

November's Ray

The first day of November, the sun shines brightly.
Friday says hello to me.
It reminds about the day of giving,
sharing something...

Jumuah Mubarok

#I give something to others not because I have many, but I know how it feels when we have NOTHING

Thursday, 31 October 2013

Tilik Bayi

Jumat tanggal 25 Oktober, aku lan kanca-kanca kantor tilik bayine Zayin, salah siji kanca kantor sak ruang ning umah mertuane, Kemiri, Purworejo. Ayahe sing nyetir APV-ne. Aku lan dek Aiz njegong ning sisihe ayahe. Turut ndalan, sing dadi bahan pembicaraan yo si Olis, sing paling enom tur durung nikah. kebetulan ngliwati omah warisan calon suamine olis lan ngliwati omahe juga. Turut dalan isine mung geguyonan. Tekan nggone, dek Aiz playon. Zayin lan bojone ngematke, trus Virga omong: "Wah, seneng yo nek dek Albi wis gede". Aku ngerungoke yo aku uga ngrasake rasane nduwe bayi. Apa meneh mbiyen ra ketunggon Ayahe. seneng lan sedih dadi siji.

Sak iki dek Aiz wis gede, wis 3,5 tahun. Wis iso dolan dewe. Ora perlu 'tak gendong kemana-mana'. Dek Aiz uga ora cemburu meneh misal ndelok Ayahe lan Ibue lagi yang-yangan.

Kabeh cen perlu proses.

Wednesday, 30 October 2013

Nular

badha magrib aku nyiapke lawuh lan sayuran kanggo maem. aku uga nyiapke krupuk urang soale ayahe paling ora tahan ning maem ga kekancan krupuk. Nembe nggoreng oleh telung iji, musibah teka. minyak panas sak sendok nyiprat ning sikil tengenku. untung wae aku sing biasanane panik langsung nggolek Bioplacenton ning kotak obat. aku ngoleske lumayan akeh mergane cen panas banget. lumayan adem nyep, tapi bar kuwe langsung krasa meneh panas lan senut-senute. karo ayahe, sikilku di kipasi. mergo olehe ngipasi manual lan suwe, ayahe banjur masang kipas angin lan disetting ben pas ning sikilku sing kena minyak. kipas angine banter, tapi aku ngrasa ora kepenak. cen sing manual kuwe sing kepenak. akhire aku nduwe ide, ngombe asam mefenamat sak tablet kanggo ngurangi perihe. ora let suwe, aku ketrunon. jam 9 bengi ayahe nggugah, njaluk dikancani maem. bar maem ora nganggo ngenteni sejam ben segane mudhun, aku wis mapan ning kamar. pas banget udan banter, hawane sejuk penak kanggo turu.
pas adzan subuh, ayahe nggugah ngajak sholat jamaah. rada aras-arasen tangi, tapi akhire aku tangi lan wudhu. pas ngusap sikil, ra kroso lara lan ora mlepuh. Bar sholat, aku beres-beres lan siap-siap ngantor. eh, wis arep menyang, drijine dek Aiz kecepit lawang. Nangise banter. aku ndelok drijine. ana kulit sing nglupas. cepetan aku baluri Betadine trus tak plester tapi ora kenceng-kenceng. turut ndalan mdek Aiz mingseg-mingseg. mesakke tenan.
bar nganter aku, ayahe lan dek Aiz balik ngomah. Njur ayahe ngirim poto lewat WA. Aiz lagi nonton Timmy karo ngulure tangane cedhak kipas angin. duh,...kok nular yo dek..mbengi bunda sing dikipasi, saiki dek Aiz-e.

Tuesday, 29 October 2013

Membaca

Bekerja di suatu institusi pendidikan bukan berarti tidak menemui kelucuan dari orangt-orang terdidik. salah satu contohnya adalah kegiatan membaca. Mahasiswa, dosen, masyarakat umum yang datang untuk sekedar menanyakan info Protefl, mendaftar, atau minta bimbingan, mereka semua sudah bisa membaca. Akan tetapi, mereka kadang lupa bahwa suatu tulisan selain dimaksudkan untuk dibaca, juga untuk dipahami maknanya. Sudah jelas-jelas tertulis di pintu bahwa jam istirahat adalah 12.00 s.d. 13.00, masih saja banyak dari orang-orang terdidik itu yang masuk dan main selonong meski pintu sudah ditutup. Staf diminta untuk memberikan pelayanan prima kepada customers, tetapi staf juga butuh waktu istirahat yang harusnya digunakan untuk makan, beribadah dan santai sejenak. Kan kurang enak dilihat ketika kami masih mengunyah makanan atau sudah berwudhu kami harus menemui tamu.


Entah kami yang kurang tegas, atau tulisan di depan [pintu yang kurang jelas...

Friday, 4 October 2013

Mengajar vs Mendidik

Sebagai seorang staff akademik, selain membuat materi dan tugas administrasi, saya juga mengajarkan ilmu ke para mahasiswa. Mungkin bagi mahasiswa jurusan bahasa Inggris, mempelajari soal-soal TOEFLtm, murapakan hal yang biasa, tetapi akan sangat berbeda ketika mahasiswa yang belajar menganggap bahasa Inggris sebagai hal yang susah dipelajari. Hal itu membuat saya berpikir ulang untuk menemukan trik-trik yang tepat agar mereka tidak bosan. Suatu hari saya melihat seorang dosen senior, bapak Agus Widyantoro, sedang mengajar di sebelah kelas saya. Saya melihat mahasiswa terhipnotis dan benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan. penasaran, ketika kelas usai, saya tanya ke mahasiswa yang diajar dosen senior tsb. Ternyata apa yang dilakukan pak Agus adalah mendidik dan memotivasi mereka. Pak Agus tidak mengajarkan apa yang terdapat pada modul, melainkan memberikan tips dan trik belajara yang baik, tidak hanya untuk mempelajari bahasa Inggris, melainkan belajar hal baru juga. Kadang, sebagai seorang pengajar, kita lupa bahwa kita juga seorang pendidik.

Sunday, 29 September 2013

Weekends

Ada seorang teman yang mengeluhkan tentang pekerjaannya. Dia mengeluh tentang banyaknya kerjaan, tidak transparannya honor sampai tidak adanya hari libur.
Saya cuma manggut-manggut mendengarkan. Kemudian saya teringat beberapa tahun silam...ketika tidak ada pekerjaan dan sangat banyak hari libur. Pada saat itu saya sangat mengharapkan adanya pekerjaan karena kebutuhan hidup tidaklah libur dengan menganggurnya kita. Apalagi bila bukan hanya diri kita saja yang kita tanggung kebutuhan hidupnya. Dari situ, saya sangat mensyukuri adanya banyak kerjaan dan adanya kerja di hari libur.
Istirahat dan libur merupakan salah satu kebutuhan. Pun saya juga ingin merasakan liburan beberapa hari ke suatu daerah baru. Kita bisa menyiasatinya dengan cara mengubah pola pikir kita. Kalau weekends tidak bisa libur..ya jalan-jalannya malam hari weekdays...kalau ingin pergi ke suatu tempat ya kita siasati pada saat libur nasional. Akan ada banyak cara menikmati hidup sekaligus menikmati kerjaan kita.